Minggu, 13 April 2014

cerita masa lalu

Hello December!
Ketika aku menyadari bahwa kita tak bisa lepas dari sebuah kenangan -semenyakitkan apapun itu- kenangan tetap kenangan yang memang patut untuk dikenang.
Setiap orang punya kenangan di masing-masing bulan. Begitu pula denganku,kisahku dengan Desember. Tidak seharusnya aku mengungkit hal ini,karena yang bersangkutan mungkin sudah jauh berlari mengejar yang lebih pasti,sedangkan aku disini masih saja bersender pada bulan ini. Terlalu konyol memang,jika aku meminta waktu ini datang kembali. Aku yang memutuskan untuk mengakhiri,aku pula yang seharusnya lebih dulu pergi,tapi nyatanya?dia lebih sukses untuk menanggalkan ini semua jauh lebih cepat dari aku. Tidak mudah dan butuh waktu cukup lama untuk menyadari tamparan semua ini. Jauh-jauh hari sebelum aku memutuskan hal yang menjadi pantangan hati.
Kata orang,berbeda itu indah. Kita bisa saling melengkapi karna adanya perbedaan. Tapi tidak dengan hal yang satu ini. Perbedaan ini memaksa kami -terutama aku- untuk secepatnya menyudahi persoalan rumit yang mungkin jika tidak cepat diakhiri akan lebih sakit akhirnya.
Bukan hanya satu kenangan yang tertinggal,beberapa. Dari awal yang aku sangka tidak akan menjadi seperti ini,di tengah cerita yang ternyata semua ini berjalan dengan baik bahkan sangat baik,dimana aku bisa merasakan manisnya kisah yang semestinya terjadi,dan diakhir cerita yang bukan merupakan akhir yang bahagia tetapi juga bukan akhir yang menyedihkan. yaitu akhir dimana kami mempunyai jalan masing-masing.

Ketika aku masih saja belum bisa kembali menyadarkan diri,bahwa hal ini sudah selesai seperti apa adanya. Hujan selalu membawa kawanannya. Kesepian dan juga kenangan. Sebenarnya,kenangan beruntun kembali ke memori karena sepi yang kadang melanda ketika hujan turun. Aku tetap wanita yang mempunyai sisi lemah. Ketika kenangan menyergapku tiba-tiba,dan meyakinkan bahwa aku belum mampu berpaling.
Setiap hari,pagi hari,aku berniat untuk melupakan. Namun,ketika pandangan kami bertemu sepertinya ada yang menyeretku untuk mengurungkan niatku itu. Selalu begitu.
Beberapa orang datang berlalu lalang. Datang,lalu pergi lagi. Sempat aku membuka hati,tapi hingga pada suatu titik,aku kembali ke tempat ini lagi.

p.s: Aku harap aku menemukan subtitusimu. Tapi tidak untuk melupakanmu. Kamu dan Desember bukan untuk diulang tapi untuk dikenang. 27 Desember 2011.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar