Minggu, 13 April 2014

How about Secret Admirer?

Hai readers!
Dan,yang utama untuk para secret admirer :D

Semakin berkembangnya zaman,semakin banyak istilah yang muncul disekitar kita. setuju atau tidak,dunia maya sekarang justru lebih unggul dari dunia nyata. Why? Faktanya,pengguna social media sudah sangat amat banyak sekali. Dan,yang perlu disayangkan,karena adanya internet,komunikasi secara real dalam kehidupan sehari-hari sudah semakin menipis.
Dari zaman ke zaman,sebenarnya para secret admirer itu hampir sama,dan semakin modern dalam kegiatannya.
Dulu,mungkin waktu jaman SD,secret admirer itu kerjaannya ngirimin surat. biasanya lewat temennya,atau waktu jam istirahat dia sengaja nyelipin sendiri suratnya ke tas gebetan. bener ga?
semakin berkembangnya zaman lagi,apalagi waktu udah ada internet,biasanya secret admirer itu ngubek-ubek cari tau seluk beluk informasi si gebetan lewat Facebook. Tapi sekarang, jamannya istilah Stalking,dan orang yang melakukannya adalah Stalker. Duh,istilah apaan sih itu? Stalking itu kerjaan wajib sang secret admirer. Stalking itu mengawasi,menguntit. Jadi misalnya kamu punya gebetan,dan kamu penasaran sama kegiatannya sehari-hari,atau semua tentang informasinya. Nah biasanya kamu bisa tuh cari tau tentang si dia lewat socmed. setuju atau nggak,tapi memang itulah faktanya.

sebenernya,ada suka dukanya jadi secret admirer. kayaknya lebih banyak dukanya. pertama,dia mungkin gak tau kamu,bahkan kalo kamu terus-terusan diem,maybe bakalan selamanya dia nggak tau perasaanmu. kedua,kamu cuma bisa mandang dia dari jauh,ngeliat senyumnya,ketawanya,duh ngenes. ketiga,apalagi kalo kenyataannya dia udah punya pacar. rasanya itu asdfghjkl. ya nggak?
secret admirer yang beruntung itu,kalo ternyata perasaannya nggak bertepuk sebelah tangan. dan nasibnya happy ending. tapi secret admirer yang ngenes itu,kalo yang dikagumin nggak tau,nggak mau tau,dan nggak bakalan tau. madesu.

Entah apa masih bisa disebut secret admirer atau nggak,tapi faktanya saat kamu mendekati dia yang kamu kagumi,dan kamu direspon baik -walaupun hanya dapet senyum,dapet balesan sms,atau semacamnya- kamu sudah merasa melayang dan satu langkah lebih dekat dengan dia. padahal sebenernya,yang dikagumin biasa aja. tapi bagi secret admirer hal-hal kecil bisa sangat berarti dan merupakan lampu hijau untuk mendekati orang yang dikaguminya.

So,gimana dengan kalian? masih tahan nyandang status 'secret admirer'? yakin,gebetanmu nggak diambil orang?

di beberapa hal,gengsi nggak bakal bikin kamu lebih bahagia

cerita masa lalu

Hello December!
Ketika aku menyadari bahwa kita tak bisa lepas dari sebuah kenangan -semenyakitkan apapun itu- kenangan tetap kenangan yang memang patut untuk dikenang.
Setiap orang punya kenangan di masing-masing bulan. Begitu pula denganku,kisahku dengan Desember. Tidak seharusnya aku mengungkit hal ini,karena yang bersangkutan mungkin sudah jauh berlari mengejar yang lebih pasti,sedangkan aku disini masih saja bersender pada bulan ini. Terlalu konyol memang,jika aku meminta waktu ini datang kembali. Aku yang memutuskan untuk mengakhiri,aku pula yang seharusnya lebih dulu pergi,tapi nyatanya?dia lebih sukses untuk menanggalkan ini semua jauh lebih cepat dari aku. Tidak mudah dan butuh waktu cukup lama untuk menyadari tamparan semua ini. Jauh-jauh hari sebelum aku memutuskan hal yang menjadi pantangan hati.
Kata orang,berbeda itu indah. Kita bisa saling melengkapi karna adanya perbedaan. Tapi tidak dengan hal yang satu ini. Perbedaan ini memaksa kami -terutama aku- untuk secepatnya menyudahi persoalan rumit yang mungkin jika tidak cepat diakhiri akan lebih sakit akhirnya.
Bukan hanya satu kenangan yang tertinggal,beberapa. Dari awal yang aku sangka tidak akan menjadi seperti ini,di tengah cerita yang ternyata semua ini berjalan dengan baik bahkan sangat baik,dimana aku bisa merasakan manisnya kisah yang semestinya terjadi,dan diakhir cerita yang bukan merupakan akhir yang bahagia tetapi juga bukan akhir yang menyedihkan. yaitu akhir dimana kami mempunyai jalan masing-masing.

Ketika aku masih saja belum bisa kembali menyadarkan diri,bahwa hal ini sudah selesai seperti apa adanya. Hujan selalu membawa kawanannya. Kesepian dan juga kenangan. Sebenarnya,kenangan beruntun kembali ke memori karena sepi yang kadang melanda ketika hujan turun. Aku tetap wanita yang mempunyai sisi lemah. Ketika kenangan menyergapku tiba-tiba,dan meyakinkan bahwa aku belum mampu berpaling.
Setiap hari,pagi hari,aku berniat untuk melupakan. Namun,ketika pandangan kami bertemu sepertinya ada yang menyeretku untuk mengurungkan niatku itu. Selalu begitu.
Beberapa orang datang berlalu lalang. Datang,lalu pergi lagi. Sempat aku membuka hati,tapi hingga pada suatu titik,aku kembali ke tempat ini lagi.

p.s: Aku harap aku menemukan subtitusimu. Tapi tidak untuk melupakanmu. Kamu dan Desember bukan untuk diulang tapi untuk dikenang. 27 Desember 2011.


Sabtu, 12 April 2014

Mengenal lebih dalam tentang Institut Teknologi Bandung (ITB)

Hi sobat! mungkin diantara kalian ada yang bercita-cita menjadi salah satu mahasiswa di salah satu Universitas terkemuka di Indonesia,yaitu ITB. So,jangan ngaku calon anak ITB kalo belum tau seluk beluk ITB ;)

Institut Teknologi Bandung (ITB), didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.
Sejarah ITB bermula seja awal abad kedua puluh, atas prakarsa masyarakat penguasa waktu itu. Gagasan mula pendirianya terutama dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga teknik yang menjadi sulit karena terganggunya hubungan antara negeri Belanda dan wilayah jajahannya di kawasan Nusantara, sebagai akibat pecahnya Perang Dunia Pertama. De Techniche Hoogeschool te Bandung berdiri tanggal 3 Juli 1920 dengan satu fakultas de Faculteit van Technische Wetenschap yang hanya mempunyai satu jurusan de afdeeling der Weg en Waterbouw.
Didorong oleh gagasan dan keyakinan yang dilandasi semangat perjuangan Proklamasi Kemerdekaan serta wawasan ke masa depan, Pemerintah Indonesia meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959 . Berbeda dengan harkat pendirian lima perguruan tinggi teknik sebelumnya di kampus yang sama, Institut Teknologi Bandung lahir dalam suasana penuh dinamika mengemban misi pengabdian ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berpijak pada kehidupan nyata di bumi sendiri bagi kehidupan dan pembangunan bangsa yang maju dan bermartabat.
ITB mempunyai beberapa Fakultas/Sekolah yang mungkin bisa kalian telusuri lebih lanjut di website resminya di http://www.itb.ac.id/
Menurut rilis yang dikeluarkan oleh 4icu.org, saat ini ITB berada di peringkat ke-194 dalam top 200 universities and colleges in the world. Sedangkan di peringkat lima besar, universitas-universitas yang berada di Amerika Serikat yaitu Massachusetts Institute of Technology, Stanford University, Harvard University, University of California dan Cornell University masih dianggap sebagai perguruan tinggi terbaik di dunia. Di kawasan Asia sendiri, ITB berada di peringkat ke-27 dalam 100 top universities and colleges in Asia. Untuk kawasan Asia, National University of Singapore (Singapura), Keio University (Japan), Tsinghua University (China), Peking University (China) dan Shanghai Jiao Tong University (China) menjadi lima perguruan tinggi terbaik di Asia berdasarkan hasil survei tersebut. Pada hasil survei 4icu.org tahun 2014 ini, ITB mengalami peningkatan peringkat yang signifikan baik di dunia maupun di kawasan Asia dibandingkan dengan tahun 2013.

Berbeda dengan hasil survey 4icu.org, lembaga survei lain yaitu webometrics.com menyatakan bahwa ITB berada pada peringkat ke-600 di dunia dan peringkat ke-108 di kawasan Asia. Dalam melakukan survei, webometrics.com menggunakan beberapa parameter yaitu Presence, Impact, Openness, dan Excellence untuk pemeringkatan sebuah universitas. Presence menunjukkan jumlah halaman web pada situs perguruan tinggi yang terindeks oleh Google. Impact diukur berdasarkan tautan eksternal yang mengarah ke situs perguruan tinggi tersebut. Openness menunjukkan jumlah dokumen yang terindeks di google scholar. Sedangkan excellence merupakan jumlah publikasi internasional berdasarkan data dari scimagojr.com yang membuat peringkat perguruan tinggi berdasarkan jumlah dan kualitas paper yang terindeks scopus.

Meskipun peringkat ITB di dunia dan di kawasan Asia yang dihasilkan dari survey 4icu.org dan webometrics.com berbeda, namun kedua lembaga survei tersebut menyatakan bahwa ITB adalah perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Hal ini terlihat dari country rank yang disajikan oleh 4icu.org dan webometrics.com, dimana ITB berada pada peringkat pertama.

So guys,siapa yang nggak bangga kalo bisa jadi mahasiswa di ITB? untuk kalian yang pengen masuk ITB,jangan patah semangat!
Hanya kegigihan yang dapat mengalahkan rintangan

Jumat, 11 April 2014

Isi Hati

apa kau bisa membaca hatimu sendiri?
apa kau bisa mengartikan hatimu sendiri
apa kau tau apa yang hatimu mau?
jujur, aku tak tau apa yang hatiku mau
apa yang hatiku rasakan
mengagumi seseorang itu mudah
dari kekayaan,ketampanan,kepopuleran
tapi mengagumi dalam perasaan lubuk hati itu berbeda.
mengagumi itu sama halnya dengan mencintai
hanya saja,sulit mengatakan itu cinta.
hanya bisa menunggu
mengamati setiap gerak geriknya
merekam setiap suaranya
memotret setiap lekuk wajahnya
untuk disimpan di kotak memori
aku wanita hebat
yang sampai sekarang kotak memori itu masih tersimpan sangat rapi
tanpa ia tahu,mungkin.
aku wanita yang munafik
yang tak pernah mau mengakui bahwa aku mengaguminya
karena aku adalah wanita
yang memasrahkan semua kepadaNya dan waktu
yang akan membuka perlahan kotak itu
dan menunjukan segala yang tersimpan tentangnya
tentang seseorang yang ternyata adalah jodohnya

Berhijab bukan sekedar untuk gaya-gayaan :-)

hai,kaum muslimah. sebenarnya apa yang kalian tau tentang ‘berhijab’ itu sih? memakai jilbab dengan ala trend saat ini? 
Allah  berfirman :
Artinya : ‘Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak diganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ [Qs. al-Ahzab : 59]
Allah  berfirman :
Artinya: ‘Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ….’ [Qs. an-Nûr : 31].
 itu adalah beberapa ayat ttg kewajiban memakai penutup auratmu.
lalu sekarang? apa yang terjadi? banyak perempuan yang sudah baligh belum memakai jilbab. apalagi yang memprihatinkan,jilbab hanya untuk gaya-gayaan. pakai lepas pakai lepas hanya untuk terlihat modis dan seperti musiman saja. pakai jilbab bukan hanya sekedar memakai penutup aurat,tapi gunakan jilbab itu juga sebagai penutup hatimu dari hal-hal yang kotor,agar hatimu juga suci seperti kamu menjaga kesucian dirimu dengan berjilbab. jangan anggap,karna kamu memakai jilbab,tak ada lelaki yang ingin mendekatimu. justru dengan berjilbab,hanya lelaki yang pantas,yang baik yang bisa mendekatimu. kamu bisa lebih selektif,terutama karna kamu menjaga auratmu,yang awamnya adalah nafsu lelaki.
jadi,untuk pada akhwat,mari kita berhijab. tapi yang sesuai dengan syariat islam. menutupi dada. dan,jangan musiman. sekali kamu memutuskan untuk berjilbab,jangan ‘lepas jilbabmu’ untuk kembali memamerkan auratmu kepada yang bukan mahramnya. :-)
.wallahu a’lam bissawab

“There is only one thing that makes a dream impossible to achieve: the fear of failure.”
― Paulo Coelho, The Alchemist
“I think you still love me, but we can’t escape the fact that I’m not enough for you. I knew this was going to happen. So I’m not blaming you for falling in love with another woman. I’m not angry, either. I should be, but I’m not. I just feel pain. A lot of pain. I thought I could imagine how much this would hurt, but I was wrong.”
Haruki Murakami, South of the Border, West of the Sun