Minggu, 16 Maret 2014

Mari berdiet kantong plastik,untuk selamatkan bumi!

Hi guys! Kali ini aku bakal posting tentang kantong plastik. Yaps,plastik atau kresek yang biasa kalian pake sehari-hari itu ternyata berakibat buruk buat bumi kita.
Coba kita renungkan kembali!

banyak penelitian yang membuktikan bahwa limbah plastik mendatangkan bahaya termasuk juga potensi negatif dalam mendegradasi lingkungan.


1. Butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.
2. saat proses penguraian, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah. Jadi gan, kalo dibakar, sampah plastik bakal menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan apalagi kalo proses pembakarannya nggak sempurna, plastik bakal mengurai di udara sebagai dioksin. Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup oleh kita para manusia. Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi. Ngeri nggak gan?
3. nih dampak bagi lingkungan, kantong plastik bisa menyumbat saluran-saluran air dan tanggul yang mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak turbin waduk.
4. Diperkirakan, 500 JUTA sampe SATU MILIAR KANTONG PLASTIK digunakan di dunia TIAP TAHUNnya. Kalo sampah ini dibentangkan bisa membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Nah,kebayang kan,gimana bumi ini kalo kebungkus plastik?


5. Kegiatan produksi plastik membutuhkan sekitar 12 juta barel minyak dan 14 juta pohon setiap tahunnya. Aduh,berapa banyak pohon jadi korban?
Saat ini banyak negara di dunia mulai melarang dan merespon bahaya penggunaan kantong plastik, seperti di Kenya dan Uganda yang secara resmi melarang penggunaan kantong plastik. Sejumlah negara lain juga mulai mengurangi penggunaan kantong plastik seperti Filipina, Australia, Hongkong, Taiwan, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swedia, Finlandia, Denmark, Jerman, Swiss, Tanzania, Bangladesh, dan Afrika Selatan.
Di Singapura, sejak April 2007 telah berlangsung kampanye "Bring Your Own Bag" (bawa langsung kantong Anda sendiri), digelar oleh The National Environment Agency (NEA).
Pemerintahan China juga mengeluarkan rancangan undang-undang (RUU) untuk mengatasi kantong plastik dan reaksi yang telah disiapkan, antara lain pelarangan penggunaan tas plastik di departement store. Para pembeli akan dikenakan bayaran untuk kantong plastik dan akan diberlakukan standardisasi produksi tas plastik.
Nah,kesimpulannya bahaya dari kantong plastik itu lebih besar daripada fungsinya. 
So,kalo kalian cinta sama bumi kalian, ayo rame-rame ikut gerakan Diet Kantong Plastik!  Ini solusinya:
1.Bawa Reusable Bag sendiri saat agan berbelanja.
2.Gantung Reusable Bag di dekat pintu depan jadi gampang diingat untuk agan bawa.
3.Gunakan Reusable Bag yang bisa dilipat dan ditaruh di dalam tas (Biar lebih simple aja sih). ;)
4.Ajarin ke adik, tetangga, keponakan untuk menghindari atau mengurangi pemakaian kantong plastik sedari kecil. :v
5.Sebarin informasi tentang bahaya kantong plastik ke teman, keluarga, saudara, tetangga.
6.Kalo bisa, makan di tempat saat jajan di warung - warung makan. (biar nggak usah dibungkus)
7.Kalo nggak bawa kantong sendiri, kurangi kantong plastik saat berbelanja. Satukan belanjaan dalam satu kantong. ;)
8.Daur ulang kantong plastik dengan berbagai cara kreatifmu! :D


9.Hindari pemakaian kantong plastik khusus sampah, gunakan kantong plastik yang tersisa di rumah.

Sejarah Kopi

Hi Guys! Disini,aku mau nge-share tentang sejarah kopi ini. Yah,mungkin karena aku satu dari sekian juta orang yang ‘coffe addict’. Oke,untuk kalian yang mungkin juga penggemar kopi,bisa diliat,gimana sih awalnya perjalanan pengembangan kopi. Let’s read!

Sejarah kopi bisa ditelusuri jejaknya dari sekitar abad ke-9, di dataran tinggi Ethiopia. Dari sana lalu menyebar ke Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad limabelas menjangkau lebih luas ke Persia, Mesir, Turki dan Afrika utara.
Pada awalnya kopi kurang begitu diterima oleh sebagian orang. Pada tahun 1511, karena efek rangsangan yang ditimbulkan, dilarang penggunaannya oleh para imam konservatif dan othodoks di majelis keagamaan di Makkah. Akan tetapi karena popularitas minuman ini, maka larangan tersebut pada tahun 1524 dihilangkan atas perintah Sultan Selim I dari Kesultanan Utsmaniyah Turki. Di Kairo, Mesir, larangan yang serupa juga disahkan pada tahun 1532, di mana kedai kopi dan gudang kopi ditutup.
Dari dunia Muslim, kopi menyebar ke Eropa, di mana minuman ini menjadi populer selama abad ke-17. Orang Belanda adalah yang pertama kali mengimpor kopi dalam skala besar ke Eropa, dan pada suatu waktu menyelundupkan bijinya pada tahun 1690, karena tanaman atau biji mentahnya tidak diijinkan keluar kawasan Arab. Ini kemudian berlanjut pada penanaman kopi di Jawa oleh orang Belanda.

Ketika kopi mencapai kawasan koloni Amerika, pada awalnya tidak sesukses di Eropa, karena dianggap kurang bisa menggantikan alkohol. Akan tetapi, selama Perang Revolusi, permintaan terhadap kopi meningkat cukup tinggi, sampai para penyalur harus membuka persediaan cadangan dan menaikkan harganya secara dramatis; sebagian hal ini karena didasari oleh menurunnya pesediaan teh oleh para pedagang Inggris. Minat orang Amerika terhadap kopi bertumbuh pada awal abad ke-19, menyusul terjadinya perang pada tahun 1812, di mana akses impor teh terputus sementara, dan juga karena meningkatnya teknologi pembuatan minuman, maka posisi kopi sebagai komoditas sehari-hari di Amerika menguat.


Sejarah Kopi di Indonesia
Kopi Indonesia saat ini ditilik dari hasilnya, menempat peringkat keempat terbesar di dunia. Kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Indonesia diberkati dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi. Letak Indonesia sangat ideal bagi iklim mikro untuk pertumbuhan dan produksi kopi.
Pada awalnya kopi di Indonesia berada di bawah pemerintah Belanda. Kopi diperkenalkan di Indonesia lewat Sri Lanka (Ceylon). Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi dan Bogor. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. Pada permulaan abad ke-20 perkebunan kopi di Indonesia terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Pada saat itu kopi juga ditanam di Timor dan Flores. Kedua pulau ini pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis. Jenis kopi yang ditanam di sana juga adalah kopi Arabika. Kopi ini tidak terserang hama.
Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama. Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta. sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumya.

Sabtu, 15 Maret 2014

Bertahan atau melepaskan?

bagaimana kalau kamu jadi aku?
saat kamu dihadapkan pada kenyataan yang kurang menyenangkan.
bagaimana kalau kamu jadi aku?
saat kamu sudah terbiasa tetapi tak bisa.
bagaimana kalau kamu jadi aku?
yang hanya cukup membiarkan dan menunggu.

aku masih berada di zona nyaman.
tapi kenyataan berjalan begitu cepat
hingga pada saatnya
aku dihadapkan pada dua pilihan
bertahan atau melepaskan

bagaimana kalau kita bertukar tempat?
agar kamu tahu
rasanya menjadi tempat persinggahan
sementara,bukan dari akhir penantian.

bagaimana kalau kita bertukar tempat?
agar kamu tahu
rasanya menunggu tetapi yang ditunggu tak tahu

ingin bertahan rasanya tak pantas
ingin melepaskan rasanya berat
lalu,aku harus bagaimana?
untuk kamu yang aku tunggu,
bagaimana menurutmu?
apa aku harus bertahan-atau-melepaskan-kamu?